FOLLOW ON TWITTER:https://twitter.com/#!/cocolatoz FOLLOW ON FACEBOOK:https://www.facebook.com/senoastokoputro
Komunitas penggemar dan pengguna honda win, bisa saling bertukar informasi mengenai kendaraan yang satu ini. juga untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi bagi sesama penggemar dan pengguna honda win.

Minggu, 27 Februari 2011

Buritan Nungging? Perhatikan gerak rantainya


modifikasi buritan nungging 










Kebanyakan pemodifikasi membuat motornya menjadi nungging. Selain bisa terlihat lebih sporty khas motor balap, dengan nungging juga berfungsi untuk menahan beban muatan yang berat agar roda tidak menabrak spatbor.
Tapi ada juga yang masih tidak paham ukuran panjang sok variasi yang terbagi 28 cm, 30 cm, dan 32 cm, dan hanya terpincut oleh modelnya saja. Sebenarnya boleh saja, tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika buritan nungging.
Bagian utama yang harus diperhatikan adalah jembatan lengan ayun. Sebab, makin panjang sok belakang, posisi lengan ayun jadi turun. Dengan begitu, rantai yang ada di atas jembatan lengan ayun jadi dekat dengan lengan ayun. 
Ketika sok belakang rebound, timbul bunyi tik…tik…tik… dengan frekuensi cepat. Itu biasa terjadi pada motor yang sudah berumur, atau motor yang memakai lengan ayun variasi. Kalau terlalu lama dibiarkan, sama saja dengan mengikis lengan ayun. Hanya saja kalau rantai sama dengan kikir tumpul, tapi tetap bisa mengikis permukaan logam. 
Kalau biker merasa mengalami hal seperti itu, secepatnya jongkok di sisi kiri motor. Lihat kondisi lengan ayun, kalau sudah lecet cari potongan karet ban luar, karpet, atau teflon. Rekatkan dengan lem, dibagian permukaan lengan ayun yang berbenturan dengan rantai tadi.
Untuk bahan pelapis rantai ini usahakan memiliki sifat yang lebih lunak dibanding rantai. Agar kondisi rantai juga tetap aman dan tidak terkikis pelapisnya.
 
Sumber: Ototrend

Tidak ada komentar:

Posting Komentar