FOLLOW ON TWITTER:https://twitter.com/#!/cocolatoz FOLLOW ON FACEBOOK:https://www.facebook.com/senoastokoputro
Komunitas penggemar dan pengguna honda win, bisa saling bertukar informasi mengenai kendaraan yang satu ini. juga untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi bagi sesama penggemar dan pengguna honda win.

Minggu, 27 Februari 2011

Helm dan Keselamatan Pengendara

Keselamatan adalah faktor utama dalam berkendara. Selain kondisi kendaraan yang prima juga mutlak diperlukan perlengkapan keselamatan lainnya dalam berkendara seperti helm, jaket, sarung tangan, sepatu dll. Namun kenyataannya, banyak pengendara yang tidak perduli dengan factor keselamatan ini walaupun telah mengetahuinya. Contohnya kesadaran dalam menggunakan helm (yang sesuai standar tentunya, lho..) dalam berkendara. Padahal helm adalah alat keselamatan yang sangat penting. Dari sekedar melindungi kedua mata kita dari kelilipan debu yang dapat berujung pada kecelakaan, sampai pada melindungi kepala kita (tempat dimana pusat syaraf berada) dari benturan jika kecelakaan yang tak terelakkan itu pun terjadi.
 
Helm terdiri atas empat bagian, yaitu bagian luar, bantalan dalam, kaca, serta tali dan kunci pengikat. Bagian luar helm terbuat dari kombinasi bahan, seperti serat kaca, karbon untuk mengalihkan efek benturan pada kepala. Lalu, bantalan dan pelindung bagian dalam berperan vital untuk melindungi tengkorak. Bahan bantalan itu haruslah melekat pada bentuk lapisan luarnya dengan aman. Materi yang dipakai juga harus mengikuti lekuk kepala dan wajah pembalap dengan sempurna, seperti pelipis, alis, hidung, dan rahang.
 
Sedangkan kaca pada bagian depan helm dibuat dari bahan plastik khusus. Tujuannya, untuk melindungi pengemudi dari benda-benda yang beterbangan di udara, seperti serangga, air hujan dan debu dari jalan atau motor lain. Selain itu juga untuk mengantisipasi kabut, terutama pada kondisi lembap dan hujan. Tali dan kunci pengikat adalah sebagai unsur terakhir, yang akan menjaga helm tetap pada posisi yang tepat.
 
Helm juga harus memiliki empat unsur kunci, yaitu aerodinamis, nyaman, aman, dan membantu penglihatan. Bentuk dan desain helm aerodinamis akan mengatur sirkulasi udara secara efisien. Sedangkan, sistem ventilasi yang baik memudahkan pemakainya untuk bernapas, mendengar, dan melihat dengan optimal. Helm tidak boleh terlalu ketat, juga terlalu longgar ketika dipakai. Harus pas dengan ukuran kepala dan terasa nyaman. Jika tidak, akan menimbulkan rasa sakit dan mengganggu konsentrasi saat berkendara. Untuk itu Helm memiliki berbagai ukuran, Diantaranya, Ukuran “S” untuk yang mempunyai lingkar kepala 56—57 cm, “M” (58 cm), “L” (59—60 cm), “XL” (61—62 cm), dan "XXL" (62—64 cm).
 
Perhatikan pula lubang-lubang yang ada di helm, yakni lubang pernapasan dan lubang pendengaran di bagian telinga agar pengendara motor bisa bernapas dengan lancar dan teratur, serta mendengar suara dari luar dengan baik. Lalu, pilihlah helm berwarna cerah, seperti merah, kuning, oranye, atau biru agar pengendara motor mudah terlihat oleh pengguna jalan lain terutama pada malam hari. Dan jangan lupa untuk selalu menggunakan Helm yang ber-SNI (Standar Nasional Indonesia), ya….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar